7 Manga Populer Tanpa Adaptasi Anime

Adaptasi anime adalah salah satu berita yang dinantikan oleh para pembaca manga. Adaptasi anime akan memberikan pengalaman yang berbeda karena cerita dan karakter yang ada di dalam manga akan terasa menjadi lebih hidup. Para karakter bergerak dan bersuara, seolah-olah mereka menjadi nyata.

Manga memang sudah menjadi sumber adaptasi cerita anime sejak lama di samping sumber dari light novel, visual novel, novel, gim, dan sumber orisinal. Sudah banyak anime populer dan legendaris tercipta dari manga, contohnya anime lawas seperti Naruto, One Piece, Bleach, Dragon Ball dan anime-anime terbaru seperti Tokyo Revengers, Demon Slayer, Jujutsu Kaisen, Vinland Saga, dan lainnya.

Meski begitu, tidak semua manga populer dan bagus mendapatkan adaptasi anime lho! Ada yang sudah terbit sejak lama, tetapi tak kunjung mendapatkan adaptasi anime. Apa saja manga itu?

Berikut adalah tujuh manga populer tanpa adaptasi anime.

Steel Ball Run

Cover Steel Ball Run Volume 24 ((c)Araki Hirohiko/Shueisha/Jump Comics)

Steel Ball Run adalah manga karya Araki Hirohiko yang terbit pada 19 Januari 2004 sampai 19 April 2011. Diserialisasikan oleh majalah Ultra Jump, manga ini terdiri dari 96 bab yang terbagi dalam 24 volume.

Bagi kamu pecinta manga pasti sudah tidak asing dengan Araki-sensei. Beliau adalah kreator dari seri legendaris JoJo’s Bizarre Adventure dan Steel Ball Run ini menjadi karya ketujuhnya dari seri tersebut.

Namun, awalnya Steel Ball Run tidak dikatakan sebagai bagian dari JoJo’s Bizarre Adventure sewaktu masih diserialisasikan di Weekly Shonen Jump. Sampai akhirnya, pada edisi Mei 2005, Steel Ball Run dipindahkan ke majalah Ultra Jump dan resmi menjadi bagian ketujuh dari cerita protagonis JoJo.

Manga ini berlatar di Amerika Serikat pada jaman Old West (sekitar abad ke-17). Dikisahkan sebuah perlombaan balap terbesar di dunia bernama “Steel Ball Run” akan dimulai di Kota San Diego. Perlombaan ini melintasi Benua Amerika sejauh 6000 kilometer yang dipenuhi rintangan dan medan berat sepanjang perjalanannya.

Semua pebalap rela bergabung demi memperebutkan hadiah sebesar 50 juta dollar. Sedangkan, seorang mantan penunggang kuda, Johnny Joestar, hanya bisa menonton karena mengalami kelumpuhan. Namun, pertemuannya dengan pria bernama Gyro Zeppeli merubah takdirnya.

Gyro membawa dua buah bola besi di pinggangnya, dan anehnya dua bola tersebut dapat memberi kekuatan misterius. Contohnya adalah ketika Johnny tidak sengaja menyentuh dua bola tersebut, tiba-tiba dia bisa berdiri dengan kedua kakinya lagi setelah lumpuh selama dua tahun.

Berkat keanehan itu, Johnny akhirnya memutuskan untuk kembali berkompetisi di Steel Ball Run sekaligus menguak rahasia di balik bola besi milik Gyro. Dimulailah petualangan anehnya bersama Gyro mengarungi Benua Amerika yang luas.

Prekuel dari manga ini, Stone Ocean, telah diadaptasi menjadi anime pada tahun 2022. Sedangkan, Steel Ball Run masih belum mendapatkan kabar apakah akan mendapatkan adaptasi anime. Para penggemarnya percaya bahwa untuk memproduksi anime Steel Ball Run mungkin saja akan memakan waktu bertahun-tahun.

Vagabond

Cover Vagabond Volume 37 ((c)Inoue Takehiko/Yoshikawa Eiji/VIZ Media)

Berikutnya ada Vagabond, manga seinen bertema samurai karya Inoue Takehiko dan Yoshikawa Eiji. Vagabond dirilis sejak 3 September 1998 di majalah Morning dan telah mencapai 327 bab dalam 37 volume. Sayangnya, manga ini sedang dalam hiatus sejak 21 Mei 2015.

Vagabond adalah salah satu manga yang legendaris dan bisa dikatakan sebagai magnum opus dari Inoue-sensei. Kreator dari Slam Dunk itu seperti mencurahkan segala imajinasi dan kreativitasnya ke dalam seni dan gaya lukis luar biasa dalam Vagabond.

Hal itu dibuktikan melalui serangkaian penghargaan yang diraih Vagabond. Pada tahun 2000, manga ini memenangkan Penghargaan Manga di Festival Seni dan Media Jepang dan Penghargaan Manga Kodansha ke-24 untuk kategori umum. Dua tahun berikutnya, manga ini juga memenangkan penghargaan dari Tezuka Osamu Cultural Prize yang mana 82 juta kopi manga telah terjual di seluruh dunia.

Tidak hanya di Jepang, Vagabond juga dikenal luas di dunia internasional. Pada tahun 2003, Vagabond berbahasa Inggris mengantarkan Inoue Takehiko masuk nominasi dalam Penghargaan Eisner untuk kategori Penulis/Seniman Terbaik.

Cerita Vagabond terinspirasi dari kisah seorang samurai ternama, Miyamoto Musashi. Dikisahkan seorang pendekar pedang bernama Takezou Shinmen yang dituduh melukai rekannya sendiri akibat sikap dan penampilannya yang liar. Dia hampir mati digantung di pohon, sampai seorang biksu bernama Takuan Soho membebaskannya.

Lantas, Shinmen mendapatkan identitas baru bernama Miyamoto Musashi agar tidak lagi menjadi buronan yang dikejar oleh aparat. Sejak saat itu, Musashi yang tercerahkan berusaha memperbaiki diri menjadi seorang samurai yang memahami pentingnya teman, refleksi diri, dan kehidupan.

Sulit dipercaya bahwa manga luar biasa ini belum mendapatkan adaptasi anime selama 25 tahun. Namun, masa hiatus yang telah berlangsung delapan tahun sepertinya telah membuat penggemarnya yakin bahwa Vagabond kemungkinan besar tidak akan pernah menjadi anime.

Oyasumi Punpun

Cover Oyasumi Punpun Volume 1 ((c)Asano Inio/Big Comic Spirits)

Manga berikutnya adalah Oyasumi Punpun (Goodnight Punpun) karya Asano Inio. Oyasumi Punpun memulai bab pertamanya pada 15 Maret 2007 dan tamat pada 2 November 2013 sebanyak 147 bab dalam 13 volume. Manga ini awalnya diserialisasikan di majalah Young Sunday sebelum pindah ke majalah Big Comic Spirits pada 20 Oktober 2008.

Oyasumi Punpun adalah manga seinen bergenre drama dan slice of life yang dikemas dengan tema psikologikal. Kombinasi genre dan tema ini menciptakan sebuah cerita yang menarik dan berbeda dari kebanyakan cerita slice of life pada umumnya.

Prestasi juga sudah pernah dibukukan oleh Oyasumi Punpun dengan meraih Rekomendasi Juri di Penghargaan Festival Seni Jepang ke-13 pada tahun 2009. Namanya pun sudah dikenal hingga ke luar negeri, bahkan sudah dipublikasikan dalam bahasa Inggris, bahasa Italia, dan bahasa Latin untuk negera Argentina.

Dikisahkan Onodera Punpun, seorang anak laki-laki normal berusia 11 tahun yang tinggal di Jepang, mengalami perubahan secara perlahan kala bertemu dengan gadis baru di kelasnya yang bernama Aiko Tanaka.

Punpun belajar dari seorang yang pendiam, pemalu, dan naif menuju masa dewasa yang penuh masalah berbelit-belit. Namun, di suatu malam, ayahnya yang sangat dia hormati menyerang ibunya. Punpun kemudian menyadari bahwa tidak semua orang yang dia hormati dapat sesuai dengan prinsipnya.

Berbagai masalah dan konflik emosi lekas menyertai kehidupan remaja Punpun. Dia yang awalnya hanya anak pemalu, akhirnya perlahan menjadi seorang yang penyendiri menuju kedewasaan yang gelap dan kelam.

Oyasumi Punpun bisa dibilang adalah manga yang menggambarkan transisi kehidupan seorang remaja dengan sentuhan nihilisme. Digambarkan secara unik melalui simbolisme pada desain karakter Punpun dan keluarganya, dan gaya gambar Inio-sensei yang realis dan imersif.

Keunikan ini justru membuat penggemar sadar dan yakin bahwa Oyasumi Punpun tidak akan bisa mendapatkan adaptasi anime. Gaya gambar Inio-sensei dianggap terlalu sulit untuk dianimasikan dan sangat beresiko bagi studio manapun untuk menjadi anime yang gagal. Mayoritas pembacanya sepakat bahwa Oyasumi Punpun adalah salah satu karya yang hanya bisa dinikmati dalam bentuk manga.

20th Century Boy

Cover 20th Century Boys Volume 4 ((c)Urasawa Naoki/VIZ/Big Comic Spirits)

Selanjutnya ada 20th Century Boy karya Urasawa Naoki yang terbit pada 27 September 1999 sampai 24 April 2006. Manga lawas ini diserialisasikan di majalah Big Comic Spirits sebanyak 249 bab dalam 22 volume.

Seperti Oyasumi Punpun, 20th Century Boy adalah manga seinen. Namun, temanya sedikit berbeda, yakni historical dan psikologikal, dengan genre drama, misteri, dan sains-fiksi.

Cerita berpusat pada Kenji Endo, seorang manajer toko serba-ada yang biasa-biasa saja. Lalu, keanehan muncul ketika teman lamanya yang sering dipanggil “Donkey” tiba-tiba melakukan bunuh diri. Ditambah munculnya sekte misterius bernama “Friend” yang membabibuta mengejar Kenji dan teman-teman masa kecilnya.

Sebuah petunjuk ditinggalkan oleh Donkey yang membuat Kenji sadar bahwa sekte tersebut tidak bisa dianggap remeh. Bahkan, sekte tersebut juga tidak segan menyerang orang lain yang mungkin saja dapat membahayakan seluruh dunia.

Dengan waktu kian dekat dengan akhir abad ke-20 — yang dipercaya akan menjadi akhir dunia — kehidupan Kenji dan teman-teman masa kecilnya menjadi penuh lika-liku dan rintangan untuk menuntaskan misteri dari permasalahan baru tersebut.

20th Century Boy meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Penghargaan Manga Kodansha untuk kategori umum pada tahun 2001, Hadiah Utama di Festival Seni dan Media Jepang tahun 2002, Penghargaan Manga Shogakukan untuk kategori umum pada tahun 2003, dan Hadiah Utama di Penghargaan Kartunis Jepang ke-37 pada 9 Mei 2008.

Ini adalah salah satu manga tersukses dari Naoki-sensei setelah Monster dan Pluto. Sayangnya, ketika dua judul tersebut sudah dan akan memiliki adaptasi anime, 20th Century Boy belum mendapatkannya setelah 17 tahun tamat.

Meski begitu, 20th Century Boy sudah diadaptasi ke dalam media lain, yaitu trilogi film live-action yang ditayangkan di Jepang pada 30 Agustus 2008 hingga 29 Agustus 2009. Setidaknya para pembaca bisa menikmati pengalaman berbeda meski tidak dalam bentuk animasi.

Fire Punch

Cover Fire Punch Volume 4 ((c)Fujimoto Tatsuki/Shueisha/VIZ)

Manga selanjutnya masih cukup baru, yakni Fire Punch. Datang dari kreator Chainsaw Man, Fujimoto Tatsuki, Fire Punch diterbitkan pada 18 April 2016 hingga 1 Januari 2018. Manga ini diserialisasikan di majalah Shounen Jump+ sebanyak 83 bab dalam 8 volume.

Fire Punch adalah manga shounen, dengan genre aksi, misteri, dan supranatural. Fire Punch adalah karya manga serial pertama yang mengangkat tema gore dari Fujimoto-sensei sebelum kepopuleran dari Chainsaw Man.

Cerita berlatar di dunia apokaliptik yang penuh es dan salju akibat ulah Penyihir Es yang berimplikasi pada maraknya persekusi terhadap manusia “Terberkati” — manusia yang dianugerahi kekuatan supranatural.

Sang protagonis, Agni, adalah anak yatim-piatu “terberkati” yang memiliki kekuatan regenerasi. Dia hidup berdua dengan adik perempuannya, Luna, di sebuah komunitas kecil yang dikuasai tetua. Keduanya saling peduli dan menyayangi untuk bertahan dalam dunia yang kejam.

Namun, situasi menjadi lebih buruk ketika pasukan yang dipimpin Komandan Doma membakar habis desa tersebut. Para warga menjadi korban, termasuk Luna yang tidak bisa diselamatkan oleh Agni.

Agni berhasil kabur, tetapi api Doma tidak dapat padam sampai korbannya menjadi abu. Dengan kekuatan regenerasinya, Agni terus menahan sakit dan siksa dari api Doma.

Satu dekade kemudian, Agni berhasil mengendalikan api Doma yang membakar tubuhnya. Melintasi dunia yang dingin dan beku, amarah membakar emosi Agni yang bersumpah untuk membunuh Doma demi membalaskan dendam Luna.

Fire Punch pernah mengejutkan internet di tahun 2017 ketika manga ini berhasil masuk ke posisi ketiga dalam buku Kono Manga ga Sugoi! dari Takarajishima. Sejak itu, Fire Punch menjadi sorotan banyak pembaca hingga masuk ke nominasi penghargaan Manga Taisho ke-10 di tahun yang sama.

Menurut pembaca yang sudah melihat Chainsaw Man, Fire Punch dapat dikatakan jauh lebih edgy dan sadis. Kualitas ceritanya memang tidak sesempurna Chainsaw Man, tetapi penggemarnya percaya bahwa MAPPA suatu saat akan mengadaptasi Fire Punch berdasarkan pernyataan CEO studio tersebut yang ingin mengadaptasi karya-karya dari Fujimoto-sensei.

Kita tunggu apakah pernyataan itu akan terpenuhi. Jika benar terjadi, tentu saja Fire Punch akan digantikan oleh manga lain dalam tulisan ini.

Jumyou wo Kaitotte Moratta Ichinen ni Tsuki Ichimanen de

Cover Jumyou wo Kaitotte Volume 2 ((c)Miaki Sugaru/Taguchi Shouichi/Shueisha)

Oke yang satu ini judulnya cukup panjang ya. Kalau diterjemahkan judulnya adalah “I sold my life for ten thousand yen per year” (Aku menjual hidupku seharga sepuluh ribu yen per tahun). Baiklah karena kepanjangan, kita akan menyingkatnya menjadi Jumyou wo Kaitotte saja.

Jumyou wo Kaitotte mengisahkan pemuda 20 tahun bernama Kusunoki yang melarat dan sangat membutuhkan uang untuk bertahan hidup. Lalu, seorang penjaga toko tua yang merasa kasihan kepada Kusunoki, menawarkan sesuatu yang tidak biasa, yaitu alamat sebuah toko yang bisa memperjualbelikan kehidupan, waktu, dan kesehatan.

Awalnya Kusunoki tidak percaya, tetapi karena saking penasarannya, dia malah benar-benar datang ke toko tersebut. Kusunoki terpukul ketika melihat nilai jual dari masa hidupnya yang hanya berharga tiga ratus ribu yen. Akibat putus asa, dia rela menjual 30 tahun usianya seharga 10 ribu yen per tahun.

Masa hidup Kusunoki pun tinggal tersisa tiga bulan saja. Setelahnya, datang seorang wanita muda ke rumahnya. Dia adalah pegawai di toko tadi yang bernama Miyagi. Tugasnya adalah mengawasi dan mengamati Kusunoki sampai tiga hari terakhir dalam hidupnya.

Jumyou wo Kaitotte sebenarnya adalah adaptasi dari novel berjudul Mikkakan no Koufuku (Tiga Hari dari Kebahagiaan) karya Miaki Sugaru. Manga bergenre drama ini mengikuti cerita yang sama dengan novelnya dan digambar oleh Taguchi Shouichi.

Jumyou wo Kaitotte diterbitkan pada 10 Agustus 2016 sampai 25 Oktober 2017 di serialisasi majalah Shounen Jump+. Cerita dimuat dalam 18 bab yang terbagi dalam 3 volume saja.

Sampai saat tulisan ini dibuat, tidak ada informasi sama sekali tentang potensi adaptasi anime dari manga ini. Beberapa penggemarnya sangat berharap Jumyou wo Kaitotte dapat diadaptasi menjadi anime dalam format film, mengingat sumber ceritanya yang cukup singkat.

Yotsuba to!

Cover Yotsuba to! Volume 8 ((c)Azuma Kiyohiko/Dengeki Daioh/VIZ)

Rasanya kalau membahas manga tanpa adaptasi anime, kurang lengkap kalau tidak menyebut Yotsuba to! (Yotsuba&!). Ya manga ini bisa dibilang adalah manga paling aktif dan terbit lama, tetapi belum mendapatkan adaptasi anime sama sekali.

Yotsuba to! adalah manga bergenre slice of life komedi dengan tema iyashikei yang dibuat oleh Azuma Kiyohiko. Beliau juga adalah mangaka yang menerbitkan karya legendaris bernama Azumanga Daioh.Yotsuba to! terbit sejak 21 Maret 2003 di majalah Dengeki Daioh dan sejauh ini sudah terbit sebanyak 112 bab.

Cerita berpusat pada Koiwai Yotsuba, anak perempuan berusia lima tahun yang enerjik dan selalu penuh dengan rasa penasaran terhadap sekitarnya. Dia dan ayah angkatnya, Koiwai Yousuke, baru saja pindah ke rumah baru. Meski begitu, mereka dapat bertetangga dengan baik dengan Keluarga Ayase.

Tiga putri dari keluarga tersebut — Asagi si mahasiswi usil, Fuuka si murid SMA yang bertanggungjawab, dan Ena si murid SD yang baik hati — tidak kesulitan untuk menjadi teman baru dari Yotsuba. Tingkah laku Yotsuba yang senantiasa bersemangat dan menarik perhatian, membuat orang-orang di sekitarnya ikut merasakan keseruan dalam kehidupan sehari-hari.

Ini memang iyashikei sekali. Dipadukan dengan gaya seni Azuma-sensei dan cerita ringan nan menggelitik, sukses membawa Yotsuba to! meraih sejumlah penghargaan. Yotsuba to! memenangkan Penghargaan Terbaik untuk kategori manga di Festival Seni dan Media Jepang tahun 2006.

Manga ini juga pernah dinominasikan dalam Penghargaan Budaya Osamu Tezuka ke-12 dan Penghargaan Eisner untuk kategori Publikasi Anak Terbaik. Lalu, pada tahun 2016, Yotsuba to! berhasil memenangkan hadiah utama dalam 20th Osamu Cultural Prize bersama dengan Hanagami Sharaku.

Tidak hanya itu, Yotsuba to! juga sudah dipublikasikan secara resmi di luar Jepang. Manga ini sudah ditranslasikan ke dalam bahasa Inggris, bahasa Latin Spanyol, dan bahasa Polandia. Sebuah prestasi yang mentereng bagi manga iyashikei. Lalu, kenapa Yotsuba to! masih belum mendapatkan anime?

Usut punya usut, penyebabnya adalah ketidakinginan dari Azuma-sensei sendiri. Dia merasa kalau Yotsuba to! tidak akan bisa diadaptasi ke dalam anime. Kalau misal dipaksakan pun hasilnya tidak akan sebagus dengan manganya. Para fan juga mengamini alasan tersebut. Sebagian besar merasa Yotsuba to! hanya cocok menjadi manga.

Namun, ada rumor yang mengatakan bahwa keputusan Azuma-sensei diakibatkan adaptasi yang kurang memuaskan dari Azumanga Daioh. Padahal anime yang rilis di tahun 2002 tersebut sebenarnya diterima dengan baik oleh banyak penggemar, bahkan masih relevan sampai masa kini dalam bentuk meme culture.

Penutup

Itulah tujuh judul manga populer tanpa adaptasi anime. Sebenarnya masih ada beberapa manga populer lainnya yang belum mendapatkan anime. Namun, untuk tulisan kali ini dicukupkan sampai tujuh saja ya, hehehe.

Pada akhirnya, tidak semua manga itu dapat menjadi anime di kemudian hari. Ada yang memang sangat sulit untuk diadaptasi, mengalami hiatus, belum menarik perhatian investor, sampai ditolak karena permintaan langsung dari mangaka-nya.

Jadi bagi kalian yang penasaran dengan cerita manga-manga di atas, membacanya langsung adalah satu-satunya pilihan untuk menikmati karya tersebut. Sebab kemungkinan besar beberapa judul di atas akan sangat lama atau mungkin tidak akan pernah menjadi sebuah anime.

Sekian pembahasan kali ini. Terima kasih sudah membaca, Kyuugo-tachi!

Referensi: MyAnimeList