Mengenal CloverWorks: Studio Potensial yang Bangkit Kembali

Musim ini, dunia anime kedatangan satu judul yang menarik banyak perhatian, yaitu Bocchi the Rock. Anime ini berhasil meraih hati banyak penonton dengan parodi dan karakter Hitori Gotoh yang relate bagi mayoritas wibu. Popularitas Bocchi begitu meledak, bahkan sampai bersaing dengan judul besar seperti Chainsaw Man.

Namun, kali ini kita tidak membahas mengenai Bocchi the Rock, melainkan studio di belakang kesuksesan anime tersebut. Namanya adalah CloverWorks, sebuah studio animasi yang belum lama dibentuk, tetapi telah menuliskan tinta emas dalam dunia anime. Seperti apa sepak terjangnya? Langsung saja kita bahas!

Awal Mula

Pada awalnya, studio berlogo daun semanggi ini adalah anak perusahaan dari studio A-1 Pictures dan Aniplex. Bermula dengan brand nama Koenji Studio, mereka baru berganti nama menjadi CloverWorks pada 1 April 2018. Sebagai anak perusahaan, CloverWorks memiliki identitas tersendiri yang berbeda dengan studio utama di Asagaya. Enam bulan kemudian, mereka resmi berpisah dari A-1 Pictures pada 1 Oktober 2018, tetapi masih berada di bawah naungan Aniplex.

Logo CloverWorks (Sumber: Wikimedia)

Semasa menjadi Koenji Studio, CloverWorks sejatinya sudah memproduksi empat anime, yaitu Slow Start, Persona 5: The Animation, Ace Attorney Season 2, dan Darling in the Franxx. Khusus Darling in the Franxx, mereka melakukan rebranding ketika animenya masih tayang.

Studio yang bertempat di Suginami, Tokyo ini sudah memproduksi anime sebanyak 48 proyek sejak rebranding tersebut. Proyek yang diproduksi di antaranya adalah anime TV, anime ONA, film anime, episode spesial, hingga music video (MV).

Sangenshoku-nya YOASOBI dianimasikan oleh CloverWorks

Dua tokoh kunci di balik studio ini adalah Shimizu Hiroyuki yang menjabat sebagai chairman dan Shimizu Akira sebagai presiden. Per Februari 2022, CloverWorks sudah memiliki 130 karyawan.

Clean Visual

Meski tergolong studio baru, CloverWorks sudah mencuri perhatian lewat hasil animasi dan visual mengagumkan di setiap produksinya. Potensinya sudah terlihat sejak penayangan Darling in the Franxx. Walau anime ini dicap ‘gagal’ karena perkembangan ceritanya yang ambyar, tetapi bisa dilihat kualitas visualnya yang cukup apik.

Zero Two dari Darling in the Franxx (via IMDb)

Potensi ini semakin teruji dalam anime Rascal Does Not Dream of Bunny Girl Senpai (Seishun Buta Yarou/Aobuta). Sebagai anime pertama yang mereka produksi pasca berpisah dengan A-1 Pictures, kualitas visual dan animasinya tidaklah buruk. Justru mendapatkan respon positif dari para penggemar berkat animasi yang clean and smooth.

Salah satu adegan di Aobuta Episode 9 (Credit: CloverWorks; Aniplex)

Konsistensi dalam animasi terus mereka pertahankan di tahun-tahun berikutnya. Judul-judul besar pun mulai dipercayakan pada CloverWorks, seperti The Promised Neverland, Fairy Tail, Fate: Grand/Order, dan Saekano untuk produksi movie-nya. Tak lupa, CloverWorks juga sempat memproduksi beberapa anime original yang cukup ciamik, seperti The Millionaire Detective, film Her Blue Sky, dan Wonder Egg Priority.

Jalan Terjal

Setiap studio anime pasti pernah menemui jalan terjalnya masing-masing. Tak terkecuali CloverWorks yang mempunyai masa kelamnya tersendiri.

Masa kelam itu terjadi pada produksi The Promised Neverland Season 2 yang tayang pada musim dingin 2021. Ini jadi rapor merah mereka yang pertama dalam produksi anime sejak rebranding. Adaptasi cerita yang buruk, serta yang mengejutkan adalah kualitas animasinya yang benar-benar jatuh bebas. Sangat aneh, mengingat CloverWorks sukses mengadaptasi musim pertamanya. Beberapa penggemar masih belum bisa memaafkan slideshow presentasi yang muncul di episode terakhir.

Silakan nilai sendiri (via ComicBook)

Kegagalan itu sempat membuat fans Horimiya gemetaran karena animenya tayang bersamaan dengan The Promised Neverland 2. Beruntung Horimiya masih dalam standar adaptasi yang cukup baik, sehingga muka CloverWorks masih terselamatkan.

Sayangnya, studio ini kembali menemui jurang ketika memproduksi Wonder Egg Priority. Anime original ini sebenarnya sempat membuat takjub para penonton berkat animasi memukau, pesan yang dalam, dan jalan cerita yang menarik. Namun, lagi-lagi CloverWorks tersandung di masalah penceritaan. Ending dari Wonder Egg Priority dibuat menggantung dan episode tambahan yang hadir beberapa bulan kemudian, hanya menambah kekecewaan para penonton.

WEP dianggap selesai di episode 12 (Credit: CloverWorks; Aniplex)

Tahun 2021 memang tidak bersahabat bagi CloverWorks. Hanya Horimiya dan Shadows House yang mampu meraih atensi dan respon positif dari para penggemar.

Kebangkitan

Tahun 2022, CloverWorks seakan datang dengan energi baru. Rilisnya My Dress-up Darling di awal tahun mulai kembali mengangkat nama CloverWorks. Animasinya menuai pujian, adaptasi ceritanya dilakukan dengan baik dan hati-hati.

Padahal secara bersamaan mereka juga menayangkan dua anime TV lain yaitu Tokyo 24th Ward dan Akebi’s Sailor Uniform. Terlebih pada judul terakhir yang menjadi arena flexing CloverWorks kepada para penonton. Musim dingin 2022 seolah menjadi pembuktian dan penegasan CloverWorks sebagai salah satu studio dengan kualitas visual yang apik.

Akebi’s Sailor Uniform (Credit: CloverWorks; Aniplex)

Catatan bagus berlanjut di musim semi dalam anime SpyxFamily. Berkolaborasi dengan Wit Studio, CloverWorks tetap konsisten menyanggupi ekspektasi para penggemar.

Kebangkitan di tahun 2022, ditutup oleh adaptasi Bocchi the Rock yang fenomenal. Sumber manga yang lebih bebas dan bergenre slice of life, serta waktu produksi yang matang, membuat tim produksi dapat mengeluarkan potensi terbaiknya. Mereka dapat berkreasi dengan berani melalui visualisasi dan parodi yang hadir dalam 12 episode Bocchi the Rock. Usaha yang berbuah hasil dan sekali lagi menempatkan CloverWorks di hati penikmat anime.

Bocchi the Rock! (Credit: CloverWorks; Aniplex)

Apa Selanjutnya?

Tahun depan, CloverWorks sudah mengumumkan setidaknya tiga proyek animasi. Anime TV “UniteUp!”, ONA “Iro wo Shiru Tabi, Sekai ga Hiroki Naru”, dan film “Rascal Does Not Dream of a Sister Venturing Out”. Studio memang tidak selalu memiliki staf yang sama untuk setiap proyeknya. Namun, CloverWorks tetap mampu membuktikan konsistensinya.

Visual Teaser “Rascal Does Not Dream of a Sister Venturing Out” (Credit: CloverWorks; Aniplex)

Demikian pembahasan mengenai CloverWorks. Salah satu studio potensial yang patut kita nantikan karya-karya selanjutnya. Terima kasih sudah membaca!